Kedai Haiku
pecahlah sunyidingin udara subuhmuazin tua
ah, air matamendengar ayat itu — malam tadarus…
sampai di Bogorpetang terasa dinginseperti dulu
o, Gunung Salakmasih menebal awan— dingin jalan tol
lelaki tuamengganti baterai jamsemburat petang